Jakarta (KABARIN) - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang mengingatkan para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi agar mobil operasional SPPG hanya dipakai untuk mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah dan posyandu, bukan untuk belanja atau urusan lain.
"Mobil operasional SPPG itu dipakai untuk mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah penerima manfaat dan posyandu, jangan dipakai untuk belanja, apalagi untuk urusan lain," kata Nanik di Jakarta, Rabu.
Bagi SPPG yang masih menggunakan mobil operasional untuk belanja, BGN akan menghentikan sementara operasionalnya. Nanik juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan higienitas mobil operasional agar bahan pangan tetap aman saat didistribusikan.
"Kalau mitra memaksa untuk memakai mobil operasional SPPG untuk berbelanja atau urusan lain yang tidak berkaitan dengan distribusi MBG, kepala SPPG harus menolak dengan tegas. Saat berbelanja, pihak mitra atau pemasok yang harus mengupayakan kendaraan sendiri untuk mengangkut bahan pangan ke SPPG," tegasnya.
Setelah bahan baku sampai di SPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan, dan asisten lapangan wajib mengecek kondisi, kualitas, kesegaran, dan kesesuaian bahan pangan dengan menu hari itu.
Pengawas keuangan memastikan harga sesuai anggaran dan tidak ada mark-up, sedangkan asisten lapangan menimbang dan memeriksa volume bahan pangan.
"Kalau anda menemukan bahan baku sudah tidak layak, apalagi busuk, dan harganya di-mark up, jangan terima. Anda harus tegas, kembalikan kepada pemasok, dan minta yang baru," katanya.
Nanik menekankan bahwa pengecekan teliti dan keputusan tegas sangat penting untuk menjaga keamanan pangan. Dengan tiga pengelola dapur MBG bekerja disiplin dan tegas, diharapkan kualitas dan keamanan distribusi MBG di SPPG tetap terjaga dengan baik.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026